Aktivitas atletik yang akan dipaparkan di dalam bab ini adalah gerak spesifik JALAN, LARI, LOMPAT, DAN LEMPAR. kamu memahami konsep dan mempraktikkan dalam berbagai permainan sederhana dan atau tradisional, sehingga hasil akhir yang diharapkan dari mata pelajaran ini tercapai yaitu kamu mencapai derajat kebugaran dan kesehatan yang baik. Aktivitas pembelajaran yang termuat di dalam bab ini merupakan menu yang disediakan buat kamu untuk belajar. Menu ini harus kamu pilih sesuai dengan kebutuhanmu. Apabila tingkat keterampilanmu sudah tinggi kamu dapat memilih aktivitas lain yang kamu anggap sesuai.
ATLETIK MELALUI JALAN
CEPAT
Jalan cepat adalah gerak maju
dengan melangkahkan kaki tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap
kaki melangkah, kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang
meninggalkan tanah. Olahraga jalan cepat meskipun dilakukan dengan cepat, tapi
bukan berarti berlari. Karakteristik dan peraturan melakukan gerakan dalam
jalan cepat adalah dalam satu langkah, di mana satu kaki harus berada di tanah
sebelum kaki yang satunya diangkat dari tanah. Pembelajaran untuk jalan cepat
terdiri atas pembelajaran teknik serta pembelajaran kekuatan, kecepatan, dan
stamina. Jalan cepat menempuh jarak tertentu dilakukan sambil memperhatikan
secara terus-menerus kontak kaki dengan tanah, gerak lengan, dan kerja pinggang
secara aktif.

Jalan Cepat pada Lintasan Lurus Sebagai akhir dari pembelajaran jalan
cepat, kamu akan melakukan perlombaan jalan cepat untuk menerapkan berbagai
macam teknik yang telah kamu pelajari sebelumnya, pelaksanaannya sebagai
berikut.
a) Berjalan sepanjang lintasan dan upayakan agar telapak kaki mengikuti
sebuah garis lurus.
b) Menjaga agar badan bergerak pada jalur lurus sehingga tidak terjadi
pengurangan jangkauan langkah ataupun kecepatan.
c) Berkonsentrasi pada gerak sebelah kaki dalam tahap penarikan dengan
menancapkan tumit pada tanah dan berkonsentrasi pada gerak tersebut oleh kaki
yang lain, kemudian perhatikan kedua kaki.
d) Lakukan pembelajaran di atas berulang kali, pertama
konsentrasi pada satu kaki kemudian pada kedua belah kaki.
e) Dengan langkah terkontrol, lakukan langkah-langkah percepatan dan
perubahan-perubahan irama jalan, pada jarak-jarak yang pendek.
Aktivitas Pembelajaran Perlombaan Jalan Cepat Menempuh Jarak 200 Meter
Jenis aktivitas berikutnya yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan
keterampilanmu dalam gerak jalan ini adalah perlombaan gerakan jalan cepat
menempuh jarak 200 meter sebagai berikut
Start Gerakan start jalan cepat adalah sebagai berikut:
1) Start perlombaan jalan cepat dilakukan dengan start berdiri.
2) Start pada jalan cepat ini kurang berpengaruh terhadap hasil perlombaan,
maka tidak ada teknik khusus yang harus dipelajari atau dilatih.
3) Sikap start pada umumnya adalah sebagai berikut.
a) Pada aba “bersedia”, peserta didik menepatkan kaki kiri di belakang garis
start, kaki kanan di belakang kaki kiri, badan agak condong ke depan, tangan
bergantung kendor.
b) Pada “bunyi pistol” atau aba “Ya!”, segera langkahkan kaki kanan ke muka,
dan terus jalan.
Langkah Gerakan langkah jalan cepat adalah sebagai berikut:
1) Langkahkan kaki kiri
ke depan dan mendarat dengan tumit.
2) Saat tumit sudah
menyentuh tanah, dilanjutkan dengan melangkahkan kaki kanan, demikian
seterusnya sampai garis fi nish.
Kecondongan Badan Sedikit ke Depan dengan Ayunan Lengan Gerakan
kecondongan badan jalan cepat adalah sebagai berikut:
1) Ayunan lengan arahnya
lebih menyerong ke dalam.
2) Gerakan ayunan lengan
seirama dengan langkah kaki.
Finish Gerakan memasuki garis fi nish jalan cepat adalah sebagai
berikut.
1) Tidak ada gerakan
khusus untuk memasuki garis fi nish.
2) Umumnya jalan terus
hingga melewati garis fi nish, baru dikendorkan kecepatan jalannya setelah
melewati jarak lima meter
Pembelajaran jalan
cepat menempuh jarak 200 meter dilakukan dengan kecepatan maksimal (pengerahan
tenaga 85-95%).

Jalan Cepat Menempuh Jarak 500 Meter Bentuk aktivitas jalan cepat dalam bentuk perlombaan gerakan jalan cepat menempuh jarak 500 meter sebagai berikut:
Pembelajaran jalan cepat dengan menempuh jarak
500 meter sama dengan pembelajaran jalan cepat menempuh jarak 200 meter, akan
tetapi dilakukan dengan kecepatan konstan.
Setelah melakukan gerakan-gerakan di atas dilanjutkan dengan
pembelajaran jalan cepat menempuh jarak 1.000 meter. Pembelajaran ini dilakukan
sama dengan pembelajaran di atas, akan tetapi dilakukan dalam berntuk
perlombaan, yaitu dimulai dari gerakan start berdiri sampai dengan finish
Teknis Jalan Cepat
1.
Hal-hal yang
perlu dihindari dalam jalan cepat
a)
Kehilangan
hubungan/kontak dengan tanah (terlepas dari permukaan tanah dan ada saat
melayang).
b)
Kecondongan
badan terlalu ke depan atau tertinggal di belakang.
c)
Menarik atau
menurunkan titik pusat gravitasi badan.
d)
Mendorong titik
gravitasi menurut jalur yang zig-zag.
e)
Langkah terlalu
pendek.
2.
Hal-hal yang
perlu diutamakan dalam jalan cepat
a)
Pelihara lutut
tetap lurus pada saat/fase menumpu.
b)
Perkuatlah
otot-otot belakang/punggung dan otot-otot daerah perut.
c)
Cegahlah badan
dan lengan diangkat terlalu tinggi.
d)
Gerakkan kaki
pada/di atas garis lurus.
e) Lakukan daya dorong yang penuh, gunakan gerak lengan yang mudah dan gerakan yang baik dari pinggang.

Serangkaian teknik seperti cara berlari dari start sampai terjadinya pergantian pemegang tongkat menjadi kunci keberhasilan pelari estafet. Sebab dimungkinkan dalam pelaksanaan lari estafet ini dapat terjadi sejumlah kesalahan ketika momen pergantian tongkat. Kesalahan seperti itu dapat dilakukan oleh penerima atau si pemberi tongkat.
Cara
memegang tongkat estafet harus dilakukan dengan benar, baik menggunakan tangan
kiri atau kanan. Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat.
Dan ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya. Dan
bagi pelari pertama, tongkat estafet harus dipegang dibelakang garis start dan
tidak menyentuh garis start.
Berikut beberapa teknik dasar yang perlu
dipelajari sebelum mahir memainkan lari sambung ini:
– Teknik Start Lari Estafet
Posisi
pelari pertama pada saat start adalah jongkok. Ketika start, hal yang harus
diperhatikan adalah posisi tangan berada di belakang garis start dan tongkat
yang dipegang tidak menyentuh garis start.
– Teknik Memegang Tongkat Estafet
Tongkat
dipegang pada ujung sampai setengah bagian dengan tangan kanan atau kiri
sedangkan setengah bagian tongkat untuk dipegang oleh penerima tongkat estafet
berikutnya.
– Teknik Memberi dan Menerima Tongkat Estafet
Terdapat
suatu daerah khusus untuk melakukan pergantian tongkat yang disebut wissel,
semua kegiatan memberi dan menerima tongkat akan dilakukan disini sambil terus
berlari. Panjang wissel tongkat estafet adalah 20 meter. Pergantian tongkat
yang terjadi di luar daerah pergantian akan menyebabkan diskualifikasi.
Apa itu wissel zone?
Wissel
zone adalah daerah pergantian tongkat dalam olahraga lari estafet. Panjang
wissel zone adalah 20 meter dengan lebar 1,22 meter (sesuai lebar lintasan
lari). Jadi, jarak menerima tongkat estafet di daerah wissel zone adalah 20
meter. Kemudian, yang harus dilakukan oleh pelari estafet setelah memberikan
tongkat ke pelari di depannya adalah tetap berada di lintasan hingga selesai.
Ada
2 macam cara memberi dan menerima tongkat estafet berdasarkan posisi tangan
penerima, diantaranya:
a. Memberikan tongkat estafet dari atas
Teknik ini dipergunakan apabila telapak tangan penerima menghadap ke atas.
b. Memberikan tongkat estafet dari bawah ke atas
Teknik ini dipergunakan apabila telapa tangan penerima tongkat estafet
menghadap ke bawah.
Contoh kesalahan yang umum terjadi:
1.
Start yang terlambat, dan menyebabkan pelari lain lebih dulu mencapai kecepatan
maksimum.
2.
Larinya terlalu ke tengah sehingga mengganggu lari pemberi tongkat.
3.
Pada waktu mengulurkan tangan ke belakang, tangan dalam keadaan goyang,
sehingga sukar menerima tongkat.
4.
Kurang berhati-hati dalam meberikan tongkat, sehingga gagal dalam pemberian
atau tongkat jauh.
5.
Pada waktu memberikan tongkat pemberi berada di belakang penerima, tidak di
sisi sampingnya, sehingga dapat menginjak kaki penerima.
6.
Pemberi tongkat tidak memberi isyarat (tidak berteriak yak) kepada penerima
tongkat, sehingga penerima tidak tahu.
7.
Pemberi tongkat mengurangi kecepatannya pada saat akan mengayun tongkat.
Nomor
lari yang dilombakan dalam lari estafet Adalah :
1. 4 X 100 m
2. 4 X 400 m
Ada beberapa strategi yang harus kamu ketahui sebelum melakukan lari estafet,
diantaranya yaitu:
1. Strategi pada Pelari Pertama
Pertama,
pilihlah pelari yang baik sampai bisa mempunyai keahlian dalam berlari pada
saat di tikungan.
Lalu,
pilihlah pelari yang tercepat dalam tim supaya bisa memberikan posisi buat
memimpin pelari yang baik.
2. Strategi pada Pelari Kedua
Pelari
kedua mempunyai tanggung jawab sebagai penerima sekaligus pemberi.
Pelari
kedua harus mempunyai daya tahan yang baik, karena dia harus berlari cepat
menempuh jarak 120 m sampai dengan 130 m.
Pelari
yang kurang bisa ditikungan bisa dipilih sebagai pelari nomor dua.
3. Strategi pada Pelari Ketiga
Pelari
ketiga harus mempunyai keahlian lari di tikungan.
Pelari
ketiga harus mempunyai daya tahan sebagai pelari 200 m.
Pelari ketiga juga harus mempunyai rasa tanggung jawab yang besar, jadi bisa bertindak sebagai penerima dan pemberi tongkat.
4.
Strategi pada Pelari Keempat
Pelari
keempat mempunyai daya yang besar, jadi bisa melakukan pelari ini buat
menentukan kemenangan atau kekalahan buat tim dan regu
Pelari keempat harus pelari tercepat pertama atau kedua dalam tim.
Tongkat estafet yang digunakan memiliki panjang 30 cm dan diameter 4 cm, sedangkan untuk anak-anak berdiameter 2 cm dengan berat 50 gram.
Teknik
mendapatkan tongkat
Visual : dengan menoleh atau melihat ke belakang dan ini hanya digunakan buat lari Estafet yg berjarak 4×400 meter.
Non
Visual : Cara ini dipergunakan menggunakan tidak menoleh ataupun melihat ke
belakang, sebab jarak yg digunakan terlalu pendek yaitu 4×100 meter.

LOMPAT JAUH
Lompat Jauh Lompat jauh merupakan salah
satu nomor yang terdapat pada nomor lompat cabang olahraga atletik. Lompat
adalah istilah yang digunakan dalam cabang olahraga atletik, yaitu melakukan
tolakan dengan satu kaki. Baik untuk nomor lompat jauh, lompat tinggi, lompat
jangkit, maupun lompat tinggi galah. Lompat jauh merupakan nomor atletik yang
dilombakan baik untuk putera maupun puteri.
Tujuan lompat jauh adalah melakukan
lompatan dengan mencapai jarak sejauh-jauhnya. Untuk mendapatkan hasil yang
maksimal, seorang pelompat harus memiliki dan dapat memadukan kecepatan,
kekuatan, dan keseimbangan yang diwujudkan dalam satu rangkaian pada lompat
jauh.
Lompat jauh adalah suatu bentuk gerakan
melompat mengangkat kaki ke atas-depan dalam upaya membawa titik berat badan
selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dan
dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak
sejauhjauhnya.
TEKNIK DASAR LOMPAT JAUH
1. Teknik Awalan
Teknik Awalan ialah berlari pada lintasan dengan
pergerakan lari lambat, lari dipercepat, sampai papan tumpuan.
Ancang-ancang tersebut dilakukan sejauh 30-40 meter
sebelum titik garis lompat, kemudian setelah mendekati garis, maka
tingkatkanlah kecepatannya.
Namun, dalam teknik jumper, kita juga harus dapat
mengendalikan kecepatan lari, terlebih di 3-5 meter akhir sebelum garis lompat.
Selanjutnya, mempersiapkan untuk melakukan pengalihan dari kecepatan lari gerak
horizontal ke lari gerak vertikal.
2. Teknik Tolak atau Loncatan
Tolakan merupakan tahap di mana kaki jadi tumpuan di
garis lompat untuk mengangkat tubuh ke atas dan melayang di udara sebelum
mendarat. Pada saat melakukan tolakan, kaki sedikit dibengkokan, kaki menapak
dan tungkai diluruskan.
Pada gerakan tolakan ini seperti pada umumnya
memerlukan kekuatan, kecepatan, dan konsentrasi agar kaki tidak melewati batas
garis loncat.
3. Teknik Melayang
Gerakan kaki seperti berjalan ketika posisi tubuh
melayang, itu akan memudahkan dan memperluas jarak pendaratan kamu.
Selain itu, ada beberapa hal yang harus kamu
diperhatikan dalam melakukan teknik ini, terutama ketika tubuh jumper berada
dalam posisi melayang, seperti menjaga keseimbangan badan, berusaha melayang di
udara selama mungkin, mempersiapkan kaki untuk melakukan pendaratan.
4. Teknik Pendaratan
Pendaratan dilakukan dengan cara menundukkan kepala,
mengayunkan lengan dan menggerakkan pinggang ke arah depan. Hal ini dilakukan
agar ketika proses pendaratan, anggota badan lain tidak menyentuh pasir lebih
belakang daripada kaki.

Kesalahan dalam Lompat Jauh
a. Kesalahan dalam Lompat Jauh Kesalahan-kesalahan
yang sering dilakukan saat melakukan lompat jauh antara sebagai berikut.
1) Kurangnya kecepatan
lari.
2) Langkah tidak tetap
jaraknya.
3) Pada empat langkah
terakhir terlalu terburu-buru.
4) Tolakan kurang
keras.
5) Sudut atau arah
tolakan terlalu rendah atau tinggi.
6) Kurang berani
menjulurkan kaki ke depan.
7) Selalu mendarat
dengan pantat.
b. Perbaikan Kesalahan
dalam Lompat Jauh Cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan
saat melakukan lompat jauh antara sebagai berikut.
1) Kurangnya kecepatan
dapat diperbaiki dengan latihan lari sprint sebanyak mungkin.
2) Tolakan kaki yang
kurang keras atau kuat disebabkan lemahnya otot-otot tubuh, maka untuk
memperbaikinya harus melakukan latihan kekuatan, terutama melatih otot-otot kaki
dan tungkai bagian bawah.
3) Agar mendarat tidak
pada pantat, maka ketika kaki menyentuh pasir, kedua lengan diarahkan dengan
cepat ke depan.
Peraturan Lompat Jauh
a. Lintasan awalan
lompat jauh lebar minimum 1,22 m dan panjang 45 m.
b. Panjang papan
tolakan 1,22 ; lebar 20 cm, dan tebal 10 cm.
c. Pada sisi dekat dengan tempat menolak harus
diletakkan papan plastisin untuk mencatat bekas kaki pelompat bila ia berbuat
salah dalam menolak. Papan tolakan harus dicat putih dan harus datar dengan
tanah dan harus ditanam sekurang-kurangnya 1 meter dari tepi depan bak pasir
pendaratan.

Lempar
cakram adalah salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik. Pada acara
Olimpiade sejak 708 Sebelum Masehi, lempar cakram merupakan bagian dalam
pancalomba (pentatlon). Pada permulaannya, cakram terbuat dari batu terupam
halus, dan kemudian dari perunggu yang dicor dan ditempa. Cara melakukan
lemparan pada mulanya menirukan nelayan yang melempar jaringnya berulang-ulang.
Kemudian ditemukan lemparan dengan sikap badan menyiku secara khusus dengan
badan agak bersandar ke depan. Dalam suatu perlomban atletik nomor lempar
cakram, atlet yang dinyatakan juara adalah yang mendapat lemparan terjauh.
Untuk memperoleh lemparan yang sejauh-jauhnya maka harus melempar dengan kecepatan
maksimal, mengerahkan tenaga sebesar mungkin, dan mengambil sudut lemparan yang
baik/benar yaitu lebih kurang 45ยบ.

Cara
Memegang Cakram Berikut ini kamu akan mempelajari tentang cara memegang cakram
lempar cakram sebagai berikut.
1)Cakram
dipegang dengan disangga oleh jari-jari tangan dan menekuk ruas pertama/paling
ujung tiap-tiap jari (kecuali ibu jari).
2)
Jarak antara jari yang satu dengan jari lainnya agak renggang.
3)
Badan cakram menempel pada telapak tangan tepat pada titik berat cakram atau
sedikit agak ke belakang.

Persiapan
Awal Melempar Cakram Gerakan persiapan awal melempar cakram sebagai berikut.
1)
Aktivitas pembelajaran diawali dengan mengambil posisi membelakangi sektor
lemparan.
2)
Kemudian kaki renggang selebar badan, lutut sedikit ditekuk, berat badan berada
di kedua kaki.
3)
Selanjutnya cakram diayun-ayunkan ke kanan belakang dan kemudian ke kiri
berulang-ulang dengan tujuan untuk mengatur konsentrasi.

Awalan
Berputar Melempar Cakram Aktivitas pembelajaran gerakan awalan berputar melempar cakram sebagai berikut.
1)
Posisi awal berdiri, kaki direnggangkan selebar bahu, dan membelakangi arah
lemparan.
2)
Kamu pegang cakram dengan tangan kanan dan letakkan di bahu kiri.
3)
Gerakan kamu awali dengan meliukkan
badan ke kiri dan ke kanan 2 kali.
4)
Pada liukan ketiga kamu putar badan hingga menghadap arah lemparan sambil
melepaskan cakram dari tanganmu.
5)
Gerakan terakhir kamu langkahkan kaki kanan untuk menjaga keseimbangan.

Hal-Hal
Yang Harus Dihindarkan dalam Lempar Cakram
1)
Jatuh ke belakang pada awal putaran.
2)
Berputar di tempat (seperti gasing).
3)
Membungkukkan badan ke depan (dipatahkan pada pinggang).
4)
Melompat tinggi di udara.
5)
Terlalu tegang di kaki.
6)
Penempatan kaki yang salah dalam hubungan dengan garis lemparan.
7)
Membawa berat badan pada kaki depan dan membiarkan jatuh.
8)
Mendahului lemparan dengan lengan (ini termasuk mematahkan/ pembengkokan di
pinggang dan membungkukkan badan ke depan atau terlalu ke kiri).
Hal-Hal
Yang Harus Diutamakan dalam Lempar Cakram
1)
Berputarlah dengan baik.
2)
Doronglah cakram melewati lingkaran.
3)
Dapatkan putaran yang besar antara badan bagian atas dan bawah.
4)
Capai jarak yang cukup pada saat melayang melintasi lingkaran.
5) Mendaratlah pada jari-jari kaki kanan dan putarlah secara aktif di atas (jari-jari tersebut).
6) Mendaratlah dengan kaki kanan di titik pusat lingkaran dan kaki kiri sedikit ke kiri dari garis lemparan.
Hal-Hal
Yang Harus Dihindarkan dalam Lempar Cakram
1)
Jatuh ke belakang pada awal putaran.
2)
Berputar di tempat (seperti gasing).
3)
Membungkukkan badan ke depan (dipatahkan pada pinggang).
4)
Melompat tinggi di udara.
5)
Terlalu tegang di kaki.
6)
Penempatan kaki yang salah dalam hubungan dengan garis lemparan.
7)
Membawa berat badan pada kaki depan dan membiarkan jatuh.
8)
Mendahului lemparan dengan lengan (ini termasuk mematahkan/ pembengkokan di
pinggang dan membungkukkan badan ke depan atau terlalu ke kiri).
Hal-Hal
Yang Harus Diutamakan dalam Lempar Cakram
1)
Berputarlah dengan baik.
2)
Doronglah cakram melewati lingkaran.
3)
Dapatkan putaran yang besar antara badan bagian atas dan bawah.
4)
Capai jarak yang cukup pada saat melayang melintasi lingkaran.
5)
Mendaratlah pada jari-jari kaki kanan dan putarlah secara aktif di atas
(jari-jari tersebut).
6)
Mendaratlah dengan kaki kanan di titik pusat lingkaran dan kaki kiri sedikit ke
kiri dari garis lemparan.
Alat
dan Sektor/Lapangan Lempar Cakram
1)
Alat Bahan cakram terbuat dari kayu atau bahan lain dengan bingkai dari metal.
Bingkai berbentuk lingkaran penuh, dan tepat di tengah-tengah cakram ada beban
yang dapat dilepas-pindahkan. Ukuran Cakram a) Berat cakram untuk putra: 2 kg
dengan garis tengah: 219-221 mm. Berat cakram untuk putri: 1 kg dengan garis tengah:
180-182 mm.
Sektor/Lapangan
Lempar Cakram
a)
Lingkaran untuk melempar berdiameter 2,50 meter dalam perlombaan yang resmi
terbuat dari metal atau baja.
b)
Permukaan lantai tempat melempar harus datar dan tidak licin, terbuat dari
semen, aspal, dan lain-lain. Lingkaran lemparan dikelilingi oleh sangkar/pagar
kawat untuk menjamin keselamatan petugas, peserta, dan penonton.
c)
Bentuk huruf seperti huruf C, dengan
diameter 7 meter, mulut 3,3 meter. Sektor lemparan dibatasi oleh garis yang
berbentuk sudut 40 derajat di pusat lingkaran.
TERIMAKASIH TELAH MEMBACA



Tidak ada komentar:
Posting Komentar